Perawat Wisma Atlet Akui Tindakan Buruk dengan Pasien

Polres Metro Jakarta Sentral menyelidiki kasus hubungan badan antara pasien COVID-19 dan perawat dalam Rumah Sakit Darurat (RSD) Rumah Atlet, Kemayoran. Kabarnya, kepolisian telah meminta klarifikasi kepada oknum perawat dalam kasus itu.

WE Online, Jakarta

Polres Metro Jakarta Pusat menyelidiki kasus hubungan badan antara pasien COVID-19 dan perawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran.

Kabarnya, kepolisian telah meminta keterangan kepada oknum perawat dalam kasus itu.

“(Waktu kejadian) belum diketahui. Namun, dengan jelas, benar perawat itu membuktikan melakukan (hubungan badan sesama jenis dengan pasien). Kita akan dalami lagi sudah berapa kali dan sudah berapa lama dia melakukan itu, ” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto di Mapolres Jakpus, Minggu (27/11/2020).

Baca Juga: Kecelakaan Rekan Minggu, Polisi: Tak Ada Laporan….

Baca Juga: Utang Sungguh Negeri Indonesia Hampir Rp6. 000 Triliun, Bahaya Gak Ya?

Heru menegaskan, hubungan badan yang dikerjakan kedua orang itu adalah hubungan sejenis sesama laki-laki. Berdasarkan pengakuan oknum perawat, kata Heru, diketahui mereka melakukan hubungan badan pada kamar mandi ruang perawatan.

Heru menjelaskan, pihaknya mendapat laporan kasus itu dari salah seorang staf di Wisma Atlet pada Sabtu (26/12) malam. “Dilaporkan di sini bahwa dia telah mengupload gambar konten porno dan komunikasi chatting seksnya dengan sesama jenis, ” kata Heru.

Pihaknya pun memeriksa pelapor dan oknum perawat sebagai saksi untuk dimintai klarifikasi. Sedangkan pemeriksaan pasien sedang ditunda. “Kalau yang pasiennya tersebut masih positif COVID-19, jadi belum bisa kita periksa, ” ujar Heru.

Untuk sementara waktu, lanjut Heru, pasien tersebut dibiarkan dirawat terlebih dahulu di Wisma Atlet. Sedangkan oknum perawat juga dikembalikan ke Wisma Atlet untuk sementara periode. “Dia bakal dijatuhi sanksi etik oleh pihak Wisma Atlet, ” ucapnya.

Heru menambahkan, kasus ini sudah dinaikkan ke tahap penyidikan. Karakter nantinya dapat dijerat Pasal 36 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi serta Pasal 45 ayat 1 dan pasal 27 ayat 1 UU ITE. “Sanksi maksimal 10 tahun penjara, ” ungkap Heru.

Sebelumnya, Kodam Jaya demi Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) pelaksana operasional Rumah Sakit Perlu (RSD) Wisma Atlet membenarkan adanya tindakan asusila antara pasien secara oknum perawat. “Dampak dari perbuatan mereka berisiko terhadap penularan virus kepada tenaga kesehatan lain, ” kata Kapendam Jaya Letnan Kolonel Arh Herwin BS dalam fakta tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (26/12).

Partner Sindikasi Konten: Republika

You may also like