Kacau! Telegram Tegas Polri Beredar: HTI dan FPI Dilarang di Nusantara

VIVA – Beredar surat telegram dari Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, dengan nomor STR/965/XII/IPP. 3. 1. 6/2020, yang ditandatangani sebab Wakil Kepala Badan Intelijen Kesejahteraan Polri, Irjen Pol Suntana pada nama kapolri.

VIVA – Beredar surat telegram dari Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, dengan nomor STR/965/XII/IPP. 3. satu. 6/2020, yang ditandatangani oleh Pemangku Kepala Badan Intelijen Keamanan Polri, Irjen Pol Suntana atas nama kapolri.

Dalam surat telegram itu menyebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, telah menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Peraturan (Perppu) mengenai Ormas.

Dengan telah ditandatangani Peraturan Negeri Pengganti Undang-undang (Perppu) mengenai pembatalan Ormas, hal tersebut merupakan kecendekiaan pemerintah dalam menangani permasalahan ormas yang dianggap tidak sesuai secara Pancasila, Undang Dasar 1945 & aturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.   Baca Juga: Fadli Zon Membuka Kondisi Jasad Laksar FPI dengan Ditembak Mati Polisi

“Dalam perppu tersebut tercatat, ada enam  ormas keagamaan antara lain: Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), Ansarut Tauhit (JAT), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Forum Umat Islam (FUI), dan Front Pembela Islam (FPI) secara sah, tidak diperbolehkan menjalankan aktivitas organisasinya, ” suara dari surat telegram tersebut.   Baca Juga: Gegara Nyinyir di Medsos, Ya Allah Simpatisan FPI Diringkus Polisi

Baca juga: Haikal Hassan: Jangan-jangan Gue Kentut Aja Dilaporin

Dengan demikian, kapolri meminta pada jajarannya melakukan pengumpulan bahan tanda, monitoring, kegiatan penggalangan dan deteksi dini terhadap tokoh agama, tokoh daerah, tokoh adat, dan ormas Islam untuk mendukung kebijakan negeri dalam menegakkan hukum guna terciptanya situasi ketertiban dan keamanan bangsa yang kondusif.

Masa dikonfirmasi soal surat telegram tersebut, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, mengaku belum melakukan pemantauan.

“Belum monitor, ” ujar Argo melalui pesan singkat kepada VIVA di Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020.

Partner Sindikasi Konten: Viva

You may also like