Anak SMK di Jatim Masih Minim Soal K3, PPNS Lakukan Bagian Ini..

Perguruan Tinggi (PT) Vokasi yakni, Politeknik Perkapalan Kampung Surabaya (PPNS) terus meningkatkan membuat program penyusunan perangkat asesmen dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kegiatan (K3), perangkat asesemen pedagogik serta sesuai KKNI pada tanggal 2-6 Desember 2020.

WE Online, Surabaya

Perguruan Tinggi (PT) Vokasi yakni, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) terus meningkatkan gelar agenda penyusunan perangkat asesmen di bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), perangkat asesemen pedagogik dan bertemu KKNI pada tanggal 2-6 Desember 2020.  

Direktur PPNS, Eko Julianto mangatakan, agenda ini diberikan pada calon penuntun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan berasal dari praktisi industri dengan telah mempunyai pengalaman kerja pada bidang K3.  

Disisi lain Eko menyebutkan, kalau program untuk penguatan Perguruan Mulia Vokasi dalam penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) kepada instruktur SMK merupakan sebuah program yang berisi rancangan aktivitas dalam bentuk rangkaian kegiatan penyusunan perangkat asesmen tercatat kesiapan kelembagaan, perencanaan program serta ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan RPL.     Baca Juga: Di Jatim, Bea Cukai Bantu 2 Kongsi Laksanakan Ekspor Perdana

Masih kata Eko, semasa ini materi K3 pada kurikulum SMK hanya disisipkan dalam bentuk kompetensi dasar saja, bukan pada bentuk mata pelajaran, sehingga interpretasi siswa terhadap K3 sangat minim dan terbilang rendah. Padahal sendat Eko, sekolah SMK memiliki Laboratorium, workshop yang merupakan miniatur Pabrik, sehingga sangat rentan terjadi penderitaan kerja.  

Sementara sarana dan prasarana pendukung K3, di SMK masih minim, sehingga perlu adanya dukungan dan support daripada berbagai pihak. Dan perlu adanya pelatihan/training K3 bagi guru-guru SMK, agar dapat memberikan bekal  yang cukup bagi siswa yang mau mengikuti program PKL/Praktik Industri.

Eko berharap dengan adanya program hasil dari uji jika RPL tersebut diharapkan menjadi data untuk lebih memperbaiki perangkat asesmen yang akan digunakan dalam metode RPL sesungguhnya.  

“Instruktur yang telah berhasil tes coba perangkat proses assessment melalaikan proses RPL, selanjutnya akan dapat menjadi instruktur di tempat SMK yang mengajukan permintaan”, terang Eko dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Uji Jika Perangkat Asesmen” Rekognisi Pembelajaran  Suntuk (RPL) Untuk Instruktur SMK serta PT Vokasi Bidang Keselamatan & Keseharan Kerja dalam Surabaya, Selasa (8/12/2020).

You may also like