Jaga Turki, Putin: Mereka Gak Langgar Hukum...

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa menegaskan bahwa Turki tidak melanggar adat internasional dengan mendukung Azerbaijan di dalam konflik Nagorno-Karabakh. Dalam wawancara dengan saluran berita Russia-24, Putin mengatakan Azerbaijan mengeklaim kembali wilayahnya tunggal dan berhak memilih penasihat mana pun, termasuk Turki.

WE Online, Moskow

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa menegaskan bahwa Turki tidak melanggar hukum internasional dengan mendukung Azerbaijan dalam konflik Nagorno-Karabakh.

Dalam wawancara dengan saluran berita Russia-24, Putin mengutarakan Azerbaijan mengeklaim kembali wilayahnya tunggal dan berhak memilih penasihat mana pun, termasuk Turki.

Baca Juga: Ngeri, Prajurit Azerbaijan Tembak Jatuh Helikopter Rusia, Penumpang Tewas di Tempat

“Tindakan Turki dalam masalah Karabakh dapat dikualifikasikan dengan cara apa pun, tetapi [Turki] tidak bisa dituduh melanggar hukum internasional apa pun, ” ujar dia.

Putin mengatakan bahwa Turki sejak awal adalah anggota kelompok Minsk dalam penyelesaian konflik Nagorno-Karabakh, tapi tidak pernah diberikan status ketua bersama. Dia mengakui bahwa Rusia dan Turki sering kali mempunyai posisi yang berbeda tetapi sanggup mencapai kompromi melalui jalur diplomatik.

“Banyak negara, termasuk di Eropa, bertempur berkali-kali pada masa lalu, seperti Prancis serta Jerman, tetapi itu tidak menyekat kerja sama mereka saat ini, dan hal yang sama legal untuk Rusia dan Turki, ” ungkap dia.

Putin memuji Amerika Serikat dan Prancis atas peran mereka dalam pengerjaan Nagorno-Karabakh, mengatakan bahwa ketua bersama kelompok Minsk tidak punya dalih untuk tersinggung karena tidak berperan dalam kesepakatan akhir.

Dia mengatakan mereka tidak bisa dimasukkan karena jatuhnya Karabakh cuma dalam hitungan jam dan menuntut langkah-langkah segera, sehingga tidak tersedia waktu untuk konsultasi tambahan dalam kerangka kelompok Minsk.

Mengomentari kerusuhan baru-baru ini di Yerevan dan kemungkinan pergeseran kewenangan, Putin mengatakan situasi saat ini menuntut Armenia untuk mengonsolidasikan muncul dan agar tidak jatuh berarakan.

Tentang kemungkinan bahwa pemimpin Armenia di masa aliran bisa menarik diri dari konvensi Karabakh, dia mengatakan keputusan seperti itu akan menjadi bukti lagak bunuh diri.

Pada 10 November, Azerbaijan dan Armenia menandatangani perjanjian yang ditengahi Rusia untuk mengakhiri pertempuran dan menyala sama mencapai solusi yang lengkap.

Kepemimpinan Turki juga menyambut baik gencatan senjata, menggambarkannya sebagai “kemenangan besar” bagi Azerbaijan.

Turki dan Rusia juga menandatangani nota kesepahaman untuk mendirikan pusat bersama untuk memantau kesepakatan damai Karabakh.

Partner Sindikasi Konten: Republika

You may also like