HMCL Terus Beradaptasi Menghadapi Pandemi dalam Lapangan

Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) terus mengabulkan memutuskan penyebaran Covid-19 bagi pekerja lapangan dengan protokol kesehatan khususnya, bagi pekerja yang bertugas di Gas Metering Station (GMS) Pasuruan, Jatim.

WE Online, Surabaya

Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) terus melakukan memutuskan penyebaran  Covid-19 bagi pekerja lapangan dengan adat kesehatan khususnya, bagi pekerja yang bertugas di Gas Metering Station (GMS) Pasuruan, Jatim.

Menurut Manager Regional Office HCML, Hamim Tohari pihak, terus melakukan adat kesehatan bagi pekerja dan banyak hal yang harus dilakukan secara penuh kehati-hatian dan kewaspadaan, terutama menyangkut kesehatan saat bekerja dalam lapangan.     Mengaji Juga: Perbedaan Rapid Test & PCR Swab | Infografis

Hal pertama sekapur dia, yang paling dirasakan ialah perubahan perjalanan dan prosedur yang harus dilalui hingga ke kedudukan kerja. Tak lagi menggunakan pesawat dari Jakarta ke Surabaya sebab sesuai arahan Departemen Health, Safety, Security and Enviroment (HSSE Dept. ), pekerja diarahkan untuk memakai transportasi darat berupa bus yang khusus disewa oleh perusahaan buat mengurangi resiko penularan yang mampu saja terjadi bila menggunakan pemindahan umum.     Menyuarakan Juga: Ada Kerumunan Massa Kekasih Rizieq saat Pandemi Covid-19, Kapolri Cuma Mengimbau…

“Sebelum melakukan perjalanan, mereka diharuskan menjalani karantina mandiri selama sembilan hari dan secara rutin mengadukan kondisi klinis setiap hari, dan dipantau dengan ketat oleh awak dari HSSE Dept. Mereka pula harus mengikuti tes polymerase chain reaction (PCR) di lokasi-lokasi yang ditunjuk oleh HSSE Dept., seperti Panti Sakit, laboratorium atau klinik, ” terang Hamim Tohari dalam petunjuk resminya pada Warta Ekonomi pada Surabaya, Sabtu (14/11/2020)

Masih kata Hamim sapaannya, kunjungan darat dari Jakarta ke Surabaya tentu menguras tenaga, karena mengunyah waktu 10-12 jam, dibanding kunjungan satu setengah jam dengan udara.

“Selama perjalanan kendati mereka wajib mentaati protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, hanya mengisi 50 persen daya kendaraan, dan menjaga kebersihan tangan, ” sambung Hamim

HCML, lanjutnya, terus menerapkan protokol kesehatan dan pemahaman yang cocok kepada semua pekerja dan praktisi kontraktor yang menyelesaikan proyek-proyek pada GMS Pasuruan, namun tentu tidak ada jaminan bahwa lokasi kerja sudah benar-benar steril. Itulah kok HCML menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat sebagai langkah memori. HCML memang senantiasa memperhatikan pedengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan pekerja dalam kegiatan operasinya.

Para pekerja lapangan juga selalu berkoordinasi dengan tim HSSE Dept. untuk mendapatkan pantauan medis. Itu juga mengusulkan kepada manajemen perusahaan melalui HSSE Dept. untuk menyimpan akomodasi bagi pekerja lokal.

Tujuannya, untuk mempermudah penjagaan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih terkontrol selama masa pandemi ini. Beruntung, akomodasi yang diusulkan ini sudah beroperasi sejak Oktober 2020 lalu. Tentu perubahan itu membawa hasil yang baik, dan memberikan rasa aman selama berfungsi baik bagi perusahaan, pekerja, serta keluarga di rumah.  

”Semua ikhtiar ini merupakan wujud komitmen dari HCML buat ikut berkontribusi dalam mengamankan pasokan gas nasional dalam masa suram ini, ” ujar Hamim 

HCML menyadari bahwa modifikasi ini memang tidak mudah, namun perlu dilakukan.  

“Tak lupa HCML berharap biar pandemi ini segera berakhir sehingga keadaan perekonomian kembali pulih dan membawa kesejahteraan bagi seluruh kaum Indonesia, ” pungkasnya

You may also like