Typo Saham Pemprov DKI di Delta Djakarta yang Bikin Heboh

Manajemen PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) akhirnya mengoreksi data keterbukaan data yang diunggah di situs Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam suratnya yang diunggah di saluran keterbukaan informasi BEI pada pukul 16. 13 itu, pihak manajemen DLTA menyatakan bahwa telah terjadi kecacatan dalam pembuatan laporan yang dibuat oleh Biro administrasi efek PT Saham Raya Registra.

WE Online, Jakarta

Manajemen PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) akhirnya mengoreksi data keterbukaan bahan yang diunggah di situs Pura Efek Indonesia (BEI). Dalam suratnya yang diunggah di saluran keterbukaan informasi BEI pada pukul 16. 13 itu, pihak manajemen DLTA menyatakan bahwa telah terjadi kelalaian dalam pembuatan laporan yang dibuat oleh Biro administrasi efek PT Saham Raya Registra.

“Seharusnya tidak terjadi perubahan jumlah saham atas nama pemegang saham Pemerintah Daerah DKI dan pemegang saham San Miguel Malaysia PTE LTD, ” demikian tulis tulisan yang ditandatangin oleh Alan De Vera Fernandez, Sekretaris Perusahaan sekaligus Direktur Keuangan PT Delta Djakarta Tbk.

Menyuarakan Juga: Bantah Miliki 58, 33% Saham Delta Djakarta, Begini Perjalanan Kepemilikan Saham Pemprov DKI

Surat itu melanjutkan, jumlah saham Pemda DKI merupakan tetap sebesar 210. 200. 700 lembar saham setara dengan 26, 25% dan jumlah saham San Miguel Malaysia PTE LTD lestari sebesar 467. 061. 150 lembar saham atau setara 58, 33%.

“Demikian surat pemberitahuan Manajemen PT Delta Djakarta atas kesalahan laporan bulanan registrasi pemegang efek PT Delta Djakarta masa Oktober 2020 yang telah diperbaiki ke BEI pada hari Jumat, 13 November, ” tutup kandungan surat tersebut.

Sikap yang serupa juga dilakukan oleh PT Saham Raya Registra. Dalam isi suratnya, PT Saham Raya membuktikan bahwa telah terjadi kesalahan pemindahan angka pada kolom yang seharusnya pada laporan tersebut.

“Atas kesalahan ini kami harap maaf yang sebesar-besarnya dan mau mengambil langkah-langkah pencegahan agar peristiwa ini tidak terjadi lagi, ” tulis surat yang diteken oleh Lusiany Lugina, Direktur PT Raya Saham Registra.

Ke-2 surat ini merespons keterbukaan fakta yang diunggah pada tanggal 9 November lalu yang menimbulkan kegaduhan. Pasalnya, dalam keterbukaan informasi itu dicatat bahwa Pemda DKI mememiliki saham DLTA sebesar 58, 33%. Sementara, saham San Miguel Malayasia sebesar 26, 25%.

Selain kedua surat koreksi tadi, diunggah pula data kepemilikan bagian yang menginformasikan bahwa saham Pemda DKI di perusahaan bir tersebut tidak mengalami penambahan seperti yang ramai diperbincangkan. Saham Pemda DKI tetap sebesar 26. 25%.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

You may also like