Pulih ke PSBB Transisi, Anies Baswedan Sebut Jakarta Masuk di Tingkat Risiko Sedang

Pemerintah Provinsi DKI Jaakarta memutuskan untuk kembali menerapkan Pemisahan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertukaran. Gubernur Anies Rasyid Baswedan, menyebut saat ini Ibu Kota telah berada pada tingkat risiko cukup Covid-19 dengan skor 2, 095 dibandingkan pada 13 September 2020 yang masih masuk risiko mulia dengan skor 1, 4725.

WE Online, Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jaakarta memutuskan untuk kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Gubernur Anies Rasyid Baswedan, menyebut saat ini Ibu Praja sudah berada pada tingkat risiko sedang Covid-19 dengan skor 2, 095 dibandingkan pada 13 September 2020 yang masih masuk risiko tinggi dengan skor 1, 4725.

Penilaian dari FKM UI yersebut menggunakan indikator epidemiologi, kesehatan publik, fasilitas Kesehatan pula menunjukan perbaikan pada 4 Oktober dengan skor 67 dibandingkan pada 13 September dengan skor 58.

Baca Selalu: Serius Dah! Anies Ngaku Ketar-Ketir Usai Demo Tolak UU Membikin Kerja, Apalagi Soal….

Anies menuturkan, Pemprov DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan negeri pusat untuk memutuskan menerapkan balik PSBB Masa Transisi, dengan sejumlah ketentuan baru yang harus dipatuhi oleh semua pihak.

Seperti disebutkan di awal kalau sejumlah sektor telah diizinkan jalan kembali dengan rincian sektor mau diumumkan lebih lanjut.

Kebijakan baru yang diterapkan di PSBB Masa Transisi saat tersebut adalah pendataan pengunjung dan pegawai dalam sektor yang dibuka, mampu menggunakan buku tamu (manual) maupun aplikasi teknologi yang telah bekerja sama dengan pemerintah untuk memudahkan penjabaran epidemiologi khususnya contact tracing (pelacakan kontak erat) terhadap kasus nyata. Adapun informasi yang harus ada, yaitu nama, nomor telepon, dan NIK.

Mengaji Juga: Jakarta Terapkan PSBB Transisi, Anies Baswedan Tambah RS Punca Covid-19

Dengan demikian, Pemprov DKI Jakarta hendak melaksanakan kegiatan tracing secara massif selama PSBB Masa Transisi. Dalam sisi lain, kegiatan testing maupun upaya isolasi dan treatment di RS akan terus ditingkatkan kapasitasnya.

Anies menambahkan, setiap penanggung jawab kegiatan harus meresmikan protokol pencegahan COVID-19. Bila ditemukan klaster (bekerja bersama, berinteraksi dekat) di sebuah tempat kerja, maka wajib melakukan penutupan tempat kerja selama 3 x 24 tanda untuk desinfeksi.

Di setiap bisnis wajib menyiapkan ‘COVID-19 Safety Plan’. Adapun protokol khusus di setiap sektor diatur oleh ketentuan Besar Dinas yang terkait.

“Semua warga ikut bertanggung berat terhadap pencegahan penularan COVID-19. Jika satu tempat tidak disiplin, oleh sebab itu satu kota yang harus merasakan akibatnya. Maka, kita harus sungguh-sungguh disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, dan pemerintah akan terus meningkatkan 3T, ” jelas Anies meniti keterangan tertulis, Minggu (11/10/2020).

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menekan kebijakan rem darurat secara berangsur-angsur dan memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi secara ketentuan baru selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 12-25 Oktober 2020.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

You may also like