Imbalan Cukai Gagalkan Peredaran Ratusan Seperseribu Barang Kena Cukai Ilegal

Pengawasan terhadap peredaran cerutu dan minuman keras ilegal terus dilakukan Bea Cukai sebagai jalan nyata dalam melindungi masyarakat daripada potensi bahaya barang-barang ilegal. Terdapat empat kantor yang kali tersebut melakukan penindakan, yaitu Bea Cukai Marunda, Bea Cukai Bekasi, Beban Cukai Gresik, dan Bea Yogyakarta.

WE Online, Jakarta

Perlindungan terhadap peredaran rokok dan minuman keras ilegal terus dilakukan Bea Cukai sebagai langkah nyata pada melindungi masyarakat dari potensi kerawanan barang-barang ilegal. Terdapat empat jawatan yang kali ini melakukan penindakan, yaitu Bea Cukai Marunda, Dana Cukai Bekasi, Bea Cukai Gresik, dan Bea Cukai Yogyakarta.

Pada Sabtu (26/9), Harga Cukai Marunda berhasil meringkus 533 botol minuman keras ilegal di pelabuhan Sunda Kepala, Jakarta Mengetengahkan. Berdasarkan informasi yang diterima aparat, terdapat sebuah mobil yang disinyalir mengangkut minuman keras impor tanpa pita cukai.

Baca Juga: Bea Cukai & Komisi XI DPR Tinjau Impementasi NLE di Pelabuhan Tanjung Aurum

“Selain menyimpan mobil yang digunakan mengangkut minuman keras tersebut, petugas juga menahan seorang pelaku berinisial ER. Sejak penindakan ini, perkiraan nilai barang yang diamankan mencapai Rp573, enam juta dengan potensi kerugian negeri ditaksir mencapai Rp505, 53 juta, ” ungkap Sehat Yulianto, Besar Kantor Bea Cukai Marunda, pada keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/10/2020).

Saat itu, tengah dilakukan penyidikan sebagai wujud tindak lanjut atas penindakan minuman keras ilegal tersebut. Sementara tersebut, Bea Cukai Bekasi berhasil menghalangi peredaran 652. 000 batang rokok ilegal pada Kamis (1/10) di kawasan Harapan Indah, Kota Bekasi.

“Penindakan ini lulus berkat informasi dari masyarakat dengan menyatakan ada tempat penimbunan rokok ilegal di wilayah tersebut, ” ungkap Bobby Situmorang, Kepala Biro Bea Cukai Bekasi.

Dari penggerebekan di lokasi tersebut, petugas mengamankan 41 karton rokok yang dilekati pita cukai tak sesuai perutukannya yang terdapat dalam sebuah truk yang terparkir pada sebuah tempat jasa ekspedisi. Aparat telah mengamankan rokok tersebut & tengah melakukan penyidikan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum.

Bea Cukai Gresik jadi menemukan 3. 120 batang cerutu ilegal tanpa pita cukai yang dijual oleh sebuah toko pada daerah Balongpanggang pada Rabu (7/10).

“Penindakan kami lakukan setelah adanya informasi yang awak terima dari masyarakat. Dari penindakan ini, potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp2, 02 juta, ” ungkap Bier Budi Kismulyanto, Besar Kantor Bea Cukai Gresik. Biar jumlahnya kecil, hal ini menandakan bahwa Bea Cukai tidak tebang pilih dalam melakukan penindakan.

Bea Cukai Yogyakarta juga ikut melakukan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal. Pada Senin (28/09), petugas melakukan pengawasan di Kabupaten Gunung Kidul yang bekerja sesuai dengan Satpol PP Gunung Kidul. Selain melakukan pengawasan, petugas pula mengedukasi masyarakat terkait bahaya cerutu ilegal.

“Melalui kesibukan ini, diharapkan peredaran rokok gelap khususnya di Kabupaten Gunung Kidul dapat ditekan serta masyarakat dapat lebih memahami bahwa selain merugikan negara, rokok ilegal juga kritis bagi masyarakat, ” pungkas Hengky Aritonang, Kepala Kantor Bea Yogyakarta.

You may also like