Mau Reformasi Pajak, Sri Mulyani Kemaluan Tangan Negara-negara Luar

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah melakukan reformasi pajak demi mendorong loyalitas dan penerimaan negara. Namun, di dalam meningkatkan penerimaan pajak ini perlunya dukungan internasional. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, reformasi pajak memerlukan kerja sama dengan negeri lain. Apalagi, banyak perusahaan pada Indonesia yang kantor utamanya di berada luar negeri.

WE Online, Jakarta

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah melakukan reformasi pajak demi mendorong kepatuhan dan tanggapan negara. Namun, dalam meningkatkan penerimaan pajak ini perlunya dukungan internasional.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, reformasi retribusi memerlukan kerja sama dengan negara lain. Apalagi, banyak perusahaan dalam Indonesia yang kantor utamanya pada berada luar negeri.

“Jadi mobilisasi sumber daya di dalam negeri baik dan secara melekat penting untuk proses pembangunan untuk banyak negara anggota ADB. Akal pajak kita yang rendah serta reformasi yang dilakukan menunjukkan bahwa kita tidak bisa melakukannya tunggal, ” ujar Sri Mulyani di diskusi virtual, Kamis (17/9/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Sekarang Sering Bawa Informasi Buruk, Kali Ini Ya Tuhan…

Baca Juga: Sri Mulyani Mau Sentak Pajak Raksasa-raksasa Digital, Eh AS Malah Ngambek

Kata dia, kerja sama dengan seluruh negara juga diperlukan untuk memperbaiki rasio pajak di masing-masing negara.

“Jika kita akan melakukan reformasi ini, tersedia sesuatu yang dapat dikendalikan oleh negara kita sendiri dalam merancang reformasi, tetapi tentunya pertukaran pengalaman dan pengetahuan kita dan pula dalam hal ini praktik kebijaksanaan akan menjadi sangat kritis, ” katanya.

Dia mendahulukan bahwa tidak semua upaya perombakan pajak itu bisa dilakukan tunggal di dalam negeri. Adapun, Indonesia dan negara-negara di kawasan perlu silih bertukar pengalaman dan pengetahuan menimpa kebijakan reformasi pajak.

“Kami juga membutuhkan banyak dukungan dan benchmarking yang dapat diberikan oleh lembaga multilateral seperti ADB, IMF, dan World Bank, ” pungkasnya.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

You may also like