Di Tengah Pandemi, Bea Cukai Kendari Cetak Quattrick Penindakan Narkoba

Di tengah pandemi Covid-19, Bea Cukai Kendari mencetak quattrick penindakan narkoba. “Setelah sebelumnya kami tunaikan tiga kali penindakan, yaitu sekali bersama Polda dan BNNP Sulawesi Utara, kemudian besar kali bersama Satuan Narkoba Polres Kolaka, kali ini kami balik melakukan penindakan di Kota Kendari, tepatnya di Kantor Pos Lepo-Lepo bersama BNNP Sulawesi Utara, ” ungkap Kepala Kantor…

WE Online, Kendari

Di tengah pandemi Covid-19, Bea Cukai Kendari mencetak quattrick penindakan narkoba.

“Setelah sebelumnya kami tunaikan tiga kali penindakan, yaitu sekali bersama Polda dan BNNP Sulawesi Utara, kemudian dua kali bergandengan Satuan Narkoba Polres Kolaka, kali ini kami kembali melakukan penindakan di Kota Kendari, tepatnya di Kantor Pos Lepo-Lepo bersama BNNP Sulawesi Utara, ” ungkap Kepala Pejabat Bea Cukai Kendari, Denny Benhard Parulian, Selasa (15/9/2020).

Menurut Denny, di penindakan keempat tersebut, Bea Cukai Kendari bersinergi dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Harga Cukai Makassar, dan BNNP Sulawesi Utara berhasil mengamankan tersangka berinisial A dan barang bukti narkoba 6, 24 gram (AB-CHMINACA 2) dan ± 6, 37 rencana (5-FLUORO-ADBICA).

Menyuarakan Juga: Bea Cukai Bicarakan Peluang & Tantangan Ekspor di Maluku

Mengucapkan Juga: Ini Bentuk Dukungan Jawatan Pemda dalam Pemberantasan Rokok Gelap

“Informasi yang kami peroleh berasal dari tim Bea Cukai di Makassar kalau ada pengiriman paket melalui gardu yang dikirim dari Belanda dengan modus diberitahukan sebagai kosmetik, menuju Kendari dan diduga berisi narkoba golongan I, ” kata Denny.

Selanjutnya, tim penindakan narkoba Bea Cukai segera melakukan uji laboratorium terhadap sampel bahan dan dinyatakan bahwa sampel bahan tersebut merupakan narkoba golongan I berupa serbuk kimia organik mengandung AB-CHMINACA 2 dan serbuk kaca dengan kandungan 5-FLUORO-ADBICA.

Berbekal informasi dari Makassar, sendat Denny, Bea Cukai Kendari beserta BNNP Sulawesi Utara langsung melaksanakan pemantauan kedatangan barang sejak 15 Agustus 2020 hingga tersangka A dapat ditangkap pada 25 Agustus 2020 saat hendak mengambil bahan kirimannya.

“Seperti yang kita ketahui bersama, narkoba berbahaya bagi kesehatan dan kelangsungan hidup manusia. Tak hanya itu, narkoba juga merusak kehidupan berbangsa dan bernegara karena dapat menghancurkan periode depan anak bangsa, mematikan kreativitas, dan menciptakan generasi kriminal. Penindakan narkoba oleh Bea Cukai Kendari merupakan kontribusi Bea Cukai Kendari dalam melindungi masyarakat dari perputaran barang yang merusak generasi kaum, ” ujarnya.

You may also like