Anies Tarik Rem Darurat, Ekonomi RI Bisa Minus Lebih dari 3%!

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya memutuskan memikat rem darurat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi dan mengembalikan PSBB seperti pada masa sebelum transisi. Langkah drastis ini diambil karena kondisi darurat pandemi Covid-19.

WE Online, Jakarta kepala

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya memutuskan menarik rem penting pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi dan mengembalikan PSBB semacam pada masa sebelum transisi. Kiprah drastis ini diambil karena suasana darurat pandemi Covid-19.

Lalu bagaimana dengan kinerja ekonomi? Pengamat ekonomi Piter Abdullah memperhitungkan, tanpa pengetatan PSBB, resesi telah diyakini akan terjadi. Apalagi dengan adanya diberlakukan kembali PSBB.

Pada masa PSBB, gigi perekonomian sudah bergerak kembali meskipun masih sangat terbatas. Penyaluran kredit pun mulai tumbuh terutama secara dorongan likuiditas dari pemerintah. Namun, adanya keputusan PSBB ini oleh sebab itu akan berbalik melambat kembali.  

Baca Serupa: Injak Rem Darurat, Anies Diceramahi AHA: Harusnya…

Baca Juga: Jakarta Dikunci, Gelombang PHK Massal di Pendahuluan Mata, Ngeri!

“Pertanyaannya akan berapa lama pengetatan ini berlangsung? Kalau lama, misal hingga akhir tahun dampaknya hendak besar, ” katanya saat dihubungi di Jakarta Kamis (10/9/2020).

Ekonomi akan benar-benar balik terpuruk malahan penyaluran kredit perbankan akan kembali terhenti.

“Untuk kredit saya kira meskipun ada tekanan meningkat tapi rasio NPL Akan bisa diredam denga kebijakan restrukturisasi kredit, ” rata dia. Dengan demikian, memang penanggulangan wabah harus diutamakan sehingga diharapkan dengan pengetatan PSBB ini total kasus Covid-19 benar-benar bisa menurun.

Bagaimana dengan kemajuan ekonomi kuartal III nanti? Patuh Piter, tanpa pengetatan PSBB diperkirakan akan minus 3% dan secara pengetatan kembali PSBB maka diperkirakan bisa di atas 3%.

You may also like