Nadiem Makarim Janjikan Kuota Internet Melimpah ke Mahasiswa

Pemerintah tengah bernegosiasi dengan beberapa perusahaan telekomunikasi untuk menyediakan kuota internet melimpah ke mahasiswa selama pelaksanaan penelaahan jarak jauh (PJJ). Hal ini sebab kalangan pelajar termasuk mahasiswa mengeluhkan beban kuota yang harus mereka tanggung untuk proses bersekolah.

Pemerintah sedang bernegosiasi dengan beberapa perusahaan telekomunikasi untuk menyediakan kuota internet murah ke mahasiswa selama pelaksanaan penelaahan jarak jauh (PJJ). Hal ini sebab kalangan pelajar termasuk mahasiswa mengeluhkan beban kuota yang kudu mereka tanggung untuk proses bersekolah.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Kebudayaan, Paristiyanti Nurwadani, mengungkapkan beberapa provider yang sedangkan dalam tahap negosiasi di antaranya Indosat dan Telkomsel. Menurutnya, perkara itu bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian, tapi tanggung berat bangsa.

“Kita bakal ada kerja sama dengan Indosat. Kita juga akan memastikan tersedia potongan di antaranya 30 gigabyte per bulan hanya Rp50 seperseribu. Kemarin kan Rp50 ribu serupa, sebetulnya, tapi dia adanya catu itu berkisar antara jam tujuh malam sampai 2 pagi, ” kata Paristiyanti kepada wartawan pada Jakarta, belum lama ini.

Baca Juga: Kyai Said Masih Jengkel ke Nadiem Makarim

Kementerian tengah bernegosiasi agar kuota itu bisa dipakai kapan saja. Tatkala itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim juga sedang berbahasan dengan Telkomsel dan akhirnya didapatkan hasil negosiasi 1 gigabyte Rp1. 000 untuk mahasiswa.

“Kemudian hal yang sama secara provider lain, semuanya memang ingin membukakan jam karena biasanya jamnya murah itu karena orang telah tidur, sementara mahasiswa kan kuliahnya pagi, ” ujar Paristiyanti.

Direktorat Jenderal Pendidikan Luhur juga berdiskusi dengan perwakilan mahasiswa untuk mengetahui secara pasti berapa kuota yang dibutuhkan saat metode PJJ. Disepakati bahwa mahasiswa cuma memerlukan sekitar 10-20 gigabyte buat kegiatan perkuliahan daring.

“Mas Menteri akan bertemu dengan Pak Presiden dan kami sedang memohon mudah-mudahan ada bantuan buat mahasiswa yang memang di- pulling dari Departemen ke para provider , nanti mahasiswa enggak menetapkan bayar, tinggal ambil jatah, misalnya 10 GB per anak, belakang tinggal ambil saja, ” lanjutnya.

You may also like