Fahri Pastikan Ada Operasi Patuh Jaya 2020, Hari ini Dimulai...

Besar Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan ada lima jenis pengingkaran yang menjadi sasaran utama dalam Operasi Patuh Jaya 2020.

WE Online, Jakarta

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan ada lima jenis pelanggaran yang menjadi sasaran utama dalam Operasi Patuh Jaya 2020.

“Satu, melawan arus lalu lintas. Kedua, melanggar marka stop line. Ketiga, penumpang dan pengemudi tidak menggunakan helm SNI. Keempat, melintas di bahu jalan tol. Kelima, menggunakan rotator dan sirine tidak sesuai ketentuan. Lima pokok itu yang jadi sasaran istimewa, ” kata Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, saat dikonfirmasi, Rabu.

Baca Juga: Kapolda Mengambil Pembunuhan Editor Metro TV Diungkap ke Publik!

Fahri juga memastikan Operasi Taat Jaya 2020 akan dilaksanakan secara tetap mengedepankan protokol kesehatan memikirkan operasi ini dilaksanakan di kala PSBB transisi.

“Kelengkapan anggota juga dari sarung lengah dan masker juga dipakai, ” tambahnya.

Operasi Patuh Jaya merupakan agenda rutin Kepolisian Lalu Lintas selama 14 keadaan sejak 23 Juli hingga 5 Agustus 2020. Operasi tersebut secara garis besar digelar untuk menindak 15 jenis pelanggaran lalu lin yakni:

1. Memakai ponsel saat mengemudi kendaraan bermotor.

2. Mengendarai organ bermotor di atas trotoar.

3. Mengemudikan kendaraan bermotor melawan arus.

4. Mengemudikan kendaraan bermotor melintas galur busway

5. Mengemudi kendaraan bermotor melintas di bahu jalan.

6. Besar melintas atau masuk jalan pungutan.

7. Sepeda mesin melintas jalan layang non pungutan

8. Mengemudi kendaraan bermotor melanggar aturan pemerintah atau larangan yang dinyatakan dengan kendaraan pemberi isyarat lalu lintas (APILL)

9. Pengemudi dengan tidak memberikan prioritas kepada pemakai jalan yang memperoleh hak sempurna untuk didahulukan.

10. Mengemudi kendaraan bermotor melebihi batas kecepatan

11. Mengemudi kendaraan bermotor tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI)

12. Mengemudi kendaraan bermotor yang membiarkan penumpang tidak memakai helm SNI

13. Mengemudi kendaraan bermotor di tiang tanpa menyalakan lampu utama dalam malam hari

14. Mengemudi kendaraan bermotor pada perlintasan kereta api yang tidak berehat ketika sinyal sudah berbunyi, sengkang pintu kereta api sudah berangkat ditutup.

15. Mengemudi kendaraan bermotor berbalapan di timah.

Terkait penilangan secara elektronik atau Etle, lanjut Fahri, masih terus disosialisasikan dan diperluas keberadaannya.

“Etle akan diresmikan bersama dengan beberapa terobosan kreatif lainnya. Jadi, nanti akan diresmikan bersama beberapa program lainnya. Ini ‘on progress, ” kata Fahri.

You may also like