Tega, Tega! Guru Dipotong Gaji daripada Rp1, 2 Juta jadi Rp150 Ribu

Guru-guru pada SMK Negeri 1 Wae Ri’i Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur menggelar aksi unjuk rasa, Senin 13 Juli 2020. Guru-guru penolakan karena selama pandemi COVID-19, Kepala Sekolah SMKN I Wae Ri’i, Yus Maria D. Romas, secara sepihak memotong gaji dari belasan guru komite di sekolah itu dari Rp1, 2 juta menjadi Rp150 ribu.

WE Online, Jakarta

Guru-guru di SMK Negeri 1 Wae Ri’i Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur menggelar kesibukan unjuk rasa, Senin 13 Juli 2020. Guru-guru protes karena semasa pandemi COVID-19, Kepala Sekolah SMKN I Wae Ri’i, Yus Maria D. Romas, secara sepihak memotong gaji dari belasan guru komite di sekolah itu dari Rp1, 2 juta menjadi Rp150 seperseribu.

Bahkan, dua karakter guru tidak diberi gaji di bulan April dan Mei 2020. Selain itu tata usaha pada sekolah ini juga dipecat.

Puluhan guru yang tergabung dalam aksi solidaritas guru PNS ini sempat terlibat perang keras dengan polisi, karena mereka diadang dengan balok pembatas padahal guru-guru ini ingin menggelar aksi demonstrasi  di halaman sekolah.

Baca Juga: Startup Les India Jadi Decacorn, Pendirinya Tutor MTK Lho!

“Keputusan kepala sekolah sangat tak berprikemanusiaan sebab di tengah epidemi corona, guru komite harus mengasuh keluarganya dengan upah Rp150 seperseribu, apalagi pengeluaran para guru selama pandemi cukup tinggi, karena kudu membeli pulsa paket untuk pengamalan pembelajaran daring. Kalau alasan ketiadaan duit, tapi di saat dengan sama kepala sekolah malah membikin sumur bor di lingkungan madrasah menggunakan dana bos, ” logat koordinator aksi, Fransiskus Jehoda.

Relasi Sindikasi Konten: Viva

You may also like