Janji Pengesahan Tak Ubah Hasil Voting PKPU KSP Indosurya

Majelis Hakim Pengawas mengenai penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) Koperasi Simpan-Pinjam (KSP) Indosurya Cipta menunda pengesahan perdamaiandi Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sepekan ke pendahuluan. Pengurus PKPU meminta waktu mengakhiri administrasi laporan. Penundaan tidak merubah hasil votingkreditur yang telah menyepakati damai dengan pengurus KSP Indosurya.

WE Online, Jakarta

Majelis Hakim Pengawas perkara penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) Koperasi Simpan-Pinjam  (KSP) Indosurya Cipta  menunda pengesahan perdamaiandi Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sepekan ke depan. Pengurus PKPU meminta waktu menyelesaikan administrasi laporan. Penundaan tidak merubah hasil votingkreditur yang telah menyepakati nyaman dengan pengurus KSP Indosurya.

Pengambilan voting dihadiri 4. 724 anggota mewakili 1, 1 juta anggota lainnya dilakukan pada Kamis, 9 Juli. Sebanyak 73, 41 persen membuktikan sepakat dengan rencana perdamaian Indosurya dan 26, 59 persen menolak damai. Kesimpulannya, proposal perdamaian yang ditawarkan Indosurya mayoritas diterima nasabah.

“Kita sedang menyiapkan laporan-laporan kepada hakim pengawas. Kami sudah menyampaikan untuk mengajukan permohonan dapat melakukan penundaan tujuh hari yang mulia, ” kata pengurus PKPU Indosurya kepada majelis hakim pengawas, di Pengadilan, Jumat (10/7/2020).

Baca Selalu: Mantap! KSP Indosurya dan Nasabah Sepakat Berdamai

Kemudian, menawan hakim pengawas yang diketuai oleh Susanti Asri Wibawani menanyakan dasar penundaan ini kepada pihak kreditur. Ternyata, mereka mengaku tidak penolakan. Namun, pihak Indosurya sempat juga mempertanyakan dalih penundaan. Kuasa Dasar KSP Indosurya Cipta, Hendra Widjaya menjelaskan, pihak pengurus PKPU mendesak kepada majelis hakim untuk menunda karena masih akan membuat laporan-laporan kepada hakim pengawas.

“Dan dari bagian kami kuasa hukum debitor, tidak keberatan atas penundaan tersebut. Sehingga, sidang lanjutan hari Jumat, 17 Juli 2020, ” kata Hendra saat ditemui usai sidang.

Hendra menguatkan penundaan selama tujuh hari ke depan ini tidak bisa menukar hasil voting yang telah disepakati oleh para nasabah yakni kebanyakan setuju perdamaian. Dengan demikian, keputusan voting tersebut bersifat final. Sebab karena itu, ia berharap Indosurya dapat melanjutkan atau menjalankan koperasinya kembali.

“Voting telah disampaikan oleh pihak pengurus. Jika ada kreditur ataupun kuasa hukum kreditor yang menggangu gugat, itu hanya mencoba mengusik saja, itu hanya mengada-ada sekadar tanpa dasar semata-mata hanya memeriksa popularitas dari kasus ini, ” ujarnya.

Juniver Girsang, kuasa hukum KSP Indosurya juga menegaskan sama. Di proposal tersebut ada jadwal-jadwal dengan telah disepakati dan bakal dipatuhi KSP Indosurya. Hasil voting menegaskantak ada lagi alasan untuk kembali mengajukan PKPU terhadap KSP Indosurya.

Baca Juga: Bikin Tenang! KSP Indosurya Punya Stand By Guarantor

Pendiri Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta, Henry Surya, sebelumnya memastikan dana anggota KSP Indosurya dijamin aman, sejalan dengan watak proposal perdamaian yang diajukan. Untuk makin meyakinkan anggota atau konsumen, Henry sendiri mengaku mengajukan PT Sun International Capital sebagai corporate guarantee atas pembayaran dana anggota KSP. Untuk tawaran yang belakang, Henry menjelaskan, maksud dari corporate guarantee yang diajukannya.

Dijelaskannya, jika nantinya KSP Indosurya tak mampu membatalkan dana yang harus dibayarkan ataupun cedera janji (wanprestasi), maka utang jatuh tempo akan diambil mendaulat oleh PT Sun International Capital, dengan instrument surat utang (convertible loans) dengan aset perseroan sebagai jaminan.   PT Sun International Capital sendiri merupakan perusahaan property arm dari Indosurya Group. Perusahaan ini sahamnya sebesar 99, 9% dimiliki oleh Henry Surya. Perseroan memiliki aset-aset properti seperti gedung perkantoran, apartemen strata title & ruko-ruko yang tersebar di segenap Indonesia

You may also like