Penyakit-penyakit Infeksi Paling Mematikan di Dunia, Ada Corona?

Dunia saat ini tengah menghadapi pandemi virus Corona baru, Covid-19. Aib mematikan ini telah menyebar ke hampir setiap sudut bumi, memaksa umat manusia tetap di rumah dan setiap negara menutup perbatasannya, serta memicu kemerosotan ekonomi.

WE Online, Jakarta

Dunia saat itu tengah menghadapi pandemi virus Corona baru, Covid-19. Penyakit mematikan tersebut telah menyebar ke hampir pada setiap sudut bumi, memaksa umat manusia tetap di rumah dan pada setiap negara menutup perbatasannya, serta memicu kemerosotan ekonomi.

Virus Covid-19 pertama kali muncul dalam kota Wuhan, China, dan lalu menyebar ke seluruh penjuru dunia. Hingga saat ini tercatat lebih dari 10 juta manusia sudah terinfeksi dengan lebih dari 500 ribu meninggal dan 6 juta lebih dinyatakan sembuh.

Baca Juga: Pecahkan Rekor, Kasus Harian Corona AS Masuk 50 Ribu

Virus Corona menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Gejala ringannya tidak jauh berbeda dengan gejalah flu seperti pusing, batuk, dan hidung beringus. Namun jika sudah berat, virus ini dapat menyebabkan pneumonia yang mematikan.

Walaupun begitu, Covid-19 bukanlah satu-satunya penyakit infeksi mematikan di dunia. Ada sejumlah penyakit yang disebabkan infeksi virus, bakteri atau amuba yang bisa menghilangkan nyawa seseorang.

Berikut ini delapan keburukan menular paling mematikan di dunia yang disitir dari CBS , Jumat (3/7/2020).

1. Penyakit Sapi Gila

Tingkat kematian: 100%

Masa manusia terjangkit penyakit sapi sedeng, dokter menyebutnya sebagai penyakit Creutzfeldt-Jakob. Penyakit ini dianggap langka: rata-rata 350 kasus dilaporkan di Amerika Serikat setiap tahun.

Tidak jelas apa penyebab keburukan yang sebagian besar kasusnya membuat gangguan neurologis mematikan ini. Gejalanya meliputi perubahan kepribadian, insomnia, hilangnya kontrol otot dan halusinasi.

2. Rabies

Tingkat kematian: 100%

Hanya ada kira-kira kasus dalam sejarah manusia dalam mana mereka yang tidak divaksin selamat dari virus rabies. Sembilan puluh sembilan persen kasus ini disebarkan oleh gigitan anjing.

Pada 2010, pemerintah sudah meluncurkan kampanye untuk memvaksinasi 400 ribu anjing setelah wabah rabies menewaskan lebih dari 130 orang.

3. Balamuthia Ensefalitis

Tingkat kematian: 98%

Amuba berbahaya ini dapat menginfeksi banyak bagian tubuh yang berbeda tercatat kulit, sinus, dan otak. Amuba ini hidup di tanah & dapat memasuki tubuh melalui luka terbuka atau dihirup.

Penyakit ini sangat langka, secara hanya 200 kasus yang dilaporkan sejak ditemukan pada tahun 1986.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

You may also like