Mahfud MD: Jaksa Agung, Tangkap Djoko S

Menteri Koordinator Politik Patokan dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memerintahkan Jaksa Agung buat segera menangkap narapidana dan buronan kelas kakap, Djoko S Tjandra. Mahfud mengatakan, dirinya telah menyampaikan hal itu secara langsung pada Jaksa Agung melalui sambungan telepon.

WE Online, Jakarta

Menteri Koordinator Kebijakan Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memerintahkan Jaksa Gede untuk segera menangkap narapidana dan buronan kelas kakap, Djoko S Tjandra. Mahfud mengatakan, dirinya telah menyampaikan hal itu secara tepat kepada Jaksa Agung melalui sambungan telepon.

“Saya sebetulnya sudah bicara dengan Jaksa Gede supaya segera menangkap buronan Djoko Tjandra. Ini adalah buronan dengan masuk dalam DPO (Daftar Pekerjaan Orang). Oleh sebab itu, Kejaksaan Agung maupun Kepolisian harus segera menangkapnya. Tidak ada alasan bagi orang yang DPO meskipun dia mau minta PK lalu dibiarkan berkeliaran, ” ucapnya menegaskan.

Baca Juga: Wejangan Pak Mahfud ke Penegak Dasar: Jangan Gantung…

Dikatakannya, berdasarkan undang-undang orang dengan mengajukan Peninjauan Kembali harus datang dalam pengadilan. Jika tidak, Pertimbangan Kembali tidak bisa dilakukan.

“Oleh sebab itu, kala hadir di pengadilan, saya minta Polisi dan Kejaksaan untuk menangkapnya dan segera dijebloskan ke tangsi sesuai dengan putusan pengadilan dengan telah inkracht (berkekuatan hukum tetap). Oleh karena itu, tidak ada penundaan hukuman bagi orang yang sudah minta PK. Itu saja demi kepastian asas dan perang melawan korupsi, ” tutur Mahfud.

Djoko Tjandra yang menjadi buron urusan cessie Bank Bali sejak tahun 2019 diketahui masuk ke Nusantara dan sempat mendaftarkan PK pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Djoko masuk ke Indonesia tanpa terdeteksi oleh pihak imigrasi sehingga mampu melenggang bebas di dalam kampung.

Sebelumnya, Menkumham Yasonna H Laoly menegaskan, Kemenkumham tidak memiliki sistem data dan informasi terkait buron kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra.   Yasonna mengucapkan, berdasarkan data dan sistem dengan dimiliki Imigrasi, tak ada dengan menjelaskan bahwa Djoko Tjandra sudah kembali ke  Indonesia.

“Dari mana data yang membicarakan bahwa dia (Djoko Tjandra) 3 bulan di sini? tidak ada datanya kok, ” ujar Yasonna di Jakarta, Selasa (30/6/2020).

“Di sistem kami tidak ada, saya tidak tahu bagaimana caranya. Sampai sekarang tidak ada. Kemenkumham tidak tahu sama seluruhnya (Djoko Tjandra) di mana. Makanya, kemarin kan ada dibilang ditangkap, kami heran juga. Jadi awak sudah cek sistem kami segenap, tidak ada, ” katanya meneruskan.

Partner Sindikasi Konten: Republika

You may also like