Itikad Pendiri Jadi Solusi Penuntasan Kasus Indosurya

Berbagai kasus penyelewengan dana anggota ataupun nasabah koperasi, kerap disebabkan lemahnya pengawasan pemerintah dan niatan manajer yang tidak baik sejak awalnya. Karenanya, semua pengelola koperasi itu biasanya kabur atau buron.

WE Online, Jakarta

Berbagai kasus penyelewengan biaya anggota atau nasabah koperasi, kerap disebabkan lemahnya pengawasan pemerintah & niatan pengelola yang tidak baik sejak awalnya. Karenanya, semua pengelola koperasi tersebut biasanya kabur ataupun buron.

Namun, yang terjadi dengan Koperasi Indosurya dinilai berbeda. Niatan pendiri KSP tersebut, Henry Surya buat mencari solusi terselesaikannya persoalan simpanan anggota/calon anggota, adalah hal yangpatut diapresiasi.

Peneliti The Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto mengapresiasi langkah Henry Surya yang beritikad baik untuk mengembalikan dana nasabah. Putusan PKPU Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menolak permohonan gugatan terhadap Henry, juga adalah bukti tak ada penyelewengan dana anggota atau nasabah ke pribadi yang bersangkutan,

“Kalau tersedia itikad baik pemilik, itu elok karena mau ada penyelesaian. Tidak banyak loh kasus koperasi yang berakhir pemiliknya bersedia untuk ganti, yang banyak itu kabur biasanya, ” kata Eko di Jakarta.  

Baca Juga: Pendiri KSP Indosurya Janji Carikan Solusi bagi Nasabah

Eko menguraikan, dalam perlindungan koperasi yang jumlahnya amatlah penuh, peran pemerintah kurang optimal. Padahal, sejatinya kata Eko, koperasi tersebut sama seperti perbankan yakni menamsilkan dana nasabah. Jaminan pendiri laksana dalam persoalan Indosurya, adalah fenomena berbeda dengan kasus koperasi yang lain.

Menurut nya, harus ada win solution sebab koperasi itu dasarnya adalah anggota. Maka, sudah tepat jika tersedia itikad baik dari pemegang bagian atau pengendali saham utama untuk menyelesaikan suatu masalah secara nyaman.

Merusak Citra Bisnis

Sebelumnya, Pendiri Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta Henry Surya menyangkal tudingan bahwa ia mengemplang persediaan simpanan nasabah koperasi untuk tujuan pribadi. Tudingan tersebut bukan hanya menjatuhkan kredibilitasnya tetapi juga puak. Hal itu dianggap sebagai tuduhan dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Ia menduga isu tersebut dihembuskan sejumlah bagian ke Indosurya, yang seakan disengaja untuk merusak citra group Indosurya. “Kok orang jahat banget, orang tua saya sudah lama berbisnis di sektor keuangan dan kekayaan, ” ungkapnya, awal pekan ini.

Baca Juga: Henry Surya Mau KSP Indosurya Nantinya Beroperasi Normal Kembali

Sedang kuasa hukum Henry Surya, Hendra Widjaya menyampaikan komentar dan beberapa hal terkait ditolaknya permohonan PKPU oleh majelis hakim yang diajukan nasabah terhadap tergugat Henry Surya atau Indosurya Membikin.

Menurut dia, bahwa permohonan PKPU secara pribadi jelas disengaja dan terkesan dibuat oleh pemohon PKPU untuk mendeskriditkan Henry.

Di persidangan terbukti, uang tak ada yang masuk ke rekening pribadi Henry Surya tapi ke rekening Koperasi Indosurya. Pemohon PKPU tidak dapat membuktikan bahwayang bergandengan menyetorkan uang ke rekening termohon PKPU.

“Maka, sudah tepat ditolak buat kedua kalinya berdasarkan Pasal 8 ayat 4 UU Nomor 37 / 2004 UU Kepailitan, ” jelas Hendra.

Selain itu, Hendra mengisbatkan Koperasi Indosurya memiliki izin jadi tidak bisa dikatakan abal-abal. Sebab, izinnya terdaftar di Kementerian Koperasi dengan Nomor 430/BH/XII. 1/1. 829. 31/11/2012. Kemudian, pendiri dan bekas Ketua Pengurus KSP Indosurya mempunyai ekonomi kuat dan latar buntut puluhan tahun usaha yang bagus.

“Nah, mayoritas (anggota) mendukung perdamaian serta klien kami jelas mempunyai itikad baik kepada seluruh anggota ksp indosurya. Bayangkan jika pailit, seluruh anggota akan banyak dirugikan, kekayaan tidak akan balik, semua tidak dapat apa-apa. Jadi mari kita dukung PKPU damai, ” katanya.

Pasar lalu, Pengadilan Niaga Jakarta Sentral untuk kedua kalinya, menolak gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang dilayangkan Etty Sutjisari (pemohon) kepada Henry Surya (termohon) dengan juga mantan Ketua KSP Indosurya Cipta. Di persidangan Rabu (26/6), majelis hakim yang terdiri daripada Robert, Made Sukereni, dan Desbenneri Sinaga memutuskan menolak pemohonan gugatan terhadap Henry Surya dalam tentang 130/Pdt. Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt. Pst.

Baca Juga: Sidang KSP Indosurya Digelar, Pengurus PKPU Sempat Testimoni Faktual 42 Nama Kreditur

Tengah, terkait pengelolaan koperasi, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Membuang (Kemenkop UKM) berencana mengelompokkan koperasi simpan pinjam (KSP) berdasarkan pangkal intinya. Hal tersebut dilakukan buat mempermudah pengawasan serta pembinaan ratusan KPS yang ada di Indonesia.

“Kami usulkan seperti perbankan, jadi tersedia koperasi yang masuk buku I, buku II buku III serta buku IV, bergantung besar kecilnya koperasi, ” ujar Menkop UKM Teten Masduki dalam rapat bergabung komisi VI DPR, Kamis (25/6).

Teten mengakui kementeriannya memang lemah pada hal pengawasan lantaran kapasitas beserta jumlah sumber daya manusia (SDM) maupun kantor di cabang pada berbagai daerah belum memadai. Pembaruan ke depan, termasuk pengelompokan koperasi berdasar modalnya, akan dilakukan.

You may also like