Go-Jek PHK Nyaris 500 Karyawan, Sejenis ini Nasib Mereka

Go-Jek hari ini memberhentikan 430 pegawainya. Selain memberhentikan 9 persen dari total pegawainya, Go-Jek juga terpaksa mengunci sejumlah layanan. Sebagian besar personel yang dirumahkan berasal dari layanan GoLife dan GoFood Festival. Alasannya, layanan tersebut akan ditutup di 27 Juli mendatang karena menemui penurunan selama pandemi.

WE Online, Jakarta

Go-Jek hari ini memberhentikan 430 pegawainya. Selain memberhentikan 9 persen dari total pegawainya, Go-Jek juga terpaksa menutup sebesar layanan.

Sebagian mulia pegawai yang dirumahkan berasal dari layanan GoLife dan GoFood Pesta. Alasannya, layanan tersebut akan ditutup pada 27 Juli mendatang karena mengalami penurunan selama pandemi.

Dalam surat elektronik, Co-CEO Go-Jek Andre Soelistyo menjelaskan langkah kongsi membantu pegawainya yang dirumahkan.

Baca Juga: Berakhir Diguyur Facebook-PayPal, Go-Jek Mau PHK Karyawannya

“Kepada kalian yang meninggalkan Go-Jek, kalian akan bertemu dengan perwakilan dari People Team dan Manager kalian dalam kira-kira hari ke depan. Kami mau memberikan dukungan semaksimal mungkin, & menetapkan paket, ” ujar Andre dalam emailnya kepada karyawan Go-Jek.

Berikut paket yang dimaksud oleh Andre untuk karyawan yang terkena PHK seperti dikutip dari email Andre kepada karyawannya:

1. Pesangon: Keberlangsungan finansial menjadi perhatian terbesar saat ini. Karyawan yang terdampak akan menerima pesangon (kami menetapkan minimum gaji 4 pekan) ditambah tambahan 4 pekan gaji untuk setiap tahun lamanya bekerja.

2. Pembalasan gaji selama periode pemberitahuan: Awak tidak mewajibkan karyawan yang terdampak untuk bekerja saat sudah mengambil periode pemberitahuan, supaya karyawan sanggup fokus memikirkan mengenai rencana mereka di masa mendatang. Namun, saya tetap akan membayar gaji itu secara penuh.

3. Equity arrangement: Zaman tunggu (annual cliff) bagi pegawai yang memiliki hak kepemilikan bagian akan dihapus, sehingga karyawan dengan meninggalkan Gojek dapat memiliki saham di perusahaan yang telah mereka bangun.

4. Pembayaran cuti tahunan serta hak lainnya: Kami akan membayarkan cuti tahunan yang tidak dimanfaatkan, selain juga hak-hak lainnya tercatat cuti melahirkan.

5. Perpanjangan asuransi kesehatan: Di tengah krisis kesehatan ijmal ini, kami ingin memastikan kalau kebutuhan terkait kesehatan karyawan yang terdampak tetap dapat terpenuhi. Saya akan memperpanjang skema asuransi kesehatan bagi karyawan yang terdampak dan juga bagi keluarga mereka, had 31 Desember 2020.

6. Perlengkapan: Pegawai dapat tetap memiliki laptop mereka untuk membantu mencari peluang lain.

tujuh. Perpanjangan program bantuan karyawan: Ana sangat memperhatikan kondisi emosional serta psikologis karyawan yang terdampak. Sebab karena itu, kami memperpanjang periode dukungan kami, mencakup program servis kesehatan mental, finansial, dan diskusi lainnya selama tiga bulan ke depan.

8. Program outplacement: mencari order baru tidak pernah mudah, jadi kami memberikan program outplacement yang akan membantu setiap orang untuk mencari pekerjaan.

You may also like