Empat Mal di Depok Langgar PSBB, Ada Denda Rp7 Juta

Aparat Satuan Polisi Pamong Negeri (Satpol PP) menindak sejumlah toko atau tenant di empat mall di Kota Depok, Jawa Barat. Salah satunya bahkan terpaksa dipakai sanksi denda hingga Rp tujuh juta. Kasat Pol PP Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny mengungkapkan, temuan tersebut berdasarkan pemantauan pada 13 mall sejak beberapa keadaan ini.

WE Online, Depok

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menindak sejumlah toko ataupun tenant di empat mall dalam Kota Depok, Jawa Barat. Salah satunya bahkan terpaksa dikenakan hukuman denda hingga Rp 7 juta.

Kasat Pol PP Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny mengungkapkan, temuan tersebut berdasarkan pemantauan di 13 mall sejak kurang hari ini.

Baca Juga: Tak Ada Daerah Hijau di Kota Depok

“Jadi memang dalam sehari itu sebagian besar mall kita awasi, ” katanya, belum lama ini.

Dibanding pemantauan tersebut, ada empat pusat perbelanjaan atau mall yang pasti beroperasi. Di antaranya dua dalam wilayah Cinere, satu di Berkepanjangan Raya Sawangan tepatnya DTC, serta Ramayana Ciplaz.

“Yang masih buka tenant-tenant diluar yang dikecualikan, seperti toko pakaian. Pada masa PSBB-kan tidak boleh sibak, ” ujarnya

Lienda menegaskan, beberapa di antaranya ditutup sementara, namun ada pula dengan disegel dan dijatuhkan denda tenggat Rp 7 juta.

“Yang denda itu Ciplaz (Ramayana). Sisanya ada yang kami cap dan tutup sementara. ”

Lebih lanjut dirinya membaca, pihaknya tidak langsung memberikan sanksi berupa denda melainkan ada kurang mekanisme. Sanksi denda dijatuhkan buat pengelola yang membandel meski sudah diperingati beberapa kali. Keputusan ini mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub).

“Pertama teguran lidah, tapi kan kita konfirmasi jika mall-mall yang banyak tenantnya penyungguhan ke pengelolanya. Teguran lisan & tertulis dan ini tidak mampu disamakan dengan teguran biasa, memakai SP 1, 2, 3 belakang keburu abis PSBB-nya. ”

Terkait temuan ini, Lienda mengaku pihaknya bakal terus melayani pemantauan dan akan menindak jelas para pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak berkerumun dalam satu titik, khususnya di pusat perbelanjaan atau pun pasar kaget yang biasanya siap jelang lebaran. Untuk itu kami pun berharap pihak terkait mengikuti berperan aktif dalam mencegah terjadinya pelanggaran ini, ” kata Lienda.

Partner Sindikasi Konten: Viva

You may also like