ABK di Kapal China Curhat Memerihkan: Tidak Digaji dan Bekerja 18 Jam Sehari

Para anak buah kapal Indonesia (ABK) pokok Indonesia yang bekerja di kapal ikan China membenarkan bahwa periode kerja mereka tidak manusiawi & sebagian dari mereka tidak digaji. Hal itu disampaikann para ABK saat melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi.

WE Online, Jakarta

Para anak buah kapal Indonesia (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal ikan China membenarkan bahwa waktu kerja mereka tidak manusiawi dan sebagian dari mereka tidak digaji. Hal itu disampaikann para ABK era melakukan pertemuan dengan Menteri Sungguh Negeri Indonesia, Retno Marsudi.

“Siang hari ini beta telah melakukan pertemuan langsung secara 14 ABK untuk kembali mendapatkan informasi mengenai apa yang mereka alami selama bekerja di kapal China, ” ucap Retno, era menyampaikan press briefing virtual dalam Minggu (10/5/2020).

Baca Juga: Kisah Pilu ABK WNI di Kapal China: Mamah Umpan Ikan, Minum Air Bahar

“Beberapa fakta awal yang kita peroleh antara lain, terdapat permasalahan gaji. Beberapa dari mereka belum menerima honorarium sama sekali, sebagian lainnya menerima penghasilan namun tidak sesuai dengan angka yang disebutkan dalam kontrak yang mereka tanda tangani. Informasi asing adalah mengenai jam kerja dengan tidak manusiawi. Rata-rata mereka merasai kerja lebih dari 18 jam per hari, ” sambungnya.

Retno menuturkan, keterangan para-para ABK ini sangat bermanfaat buat dicocokan dengan informasi-informasi yang lebih dahulu diterima. Menurutnya, terdapat penuh informasi yang terkonfirmasi, namun terdapat pula informasi baru yang sanggup melengkapi informasi awal yang telah diterima.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

You may also like